Tidak Belajar Sehari adalah Sebuah Kesalahan.
Tidak Belajar Seminggu adalah Sebuah Kebodohan.
Tidak Belajar Setahun adalah Sebuah Kemiskinan dan Kemelaratan.
Dan TIDAK BELAJAR Seumur Hidup adalah Sebuah Warisan Yang Berbahaya buat Keturunan.

Senin, 28 Januari 2008

Selama aku masih bernapas, aku masih akan terus berharap.

Orang bisa saja memiliki harta kekayaan yang berlimpah dalam hidupnya. Orang bisa saja memiliki pekerjaan dengan fasilitas yang nyaman. Namun, ternyata tidak semua orang bisa memiliki harapan. Ada orang yang kehilangan harapan.
Mengapa orang bisa kehilangan harapan? Jawabannya adalah karena mereka meletakkan harapannya di luar sana. Mereka mencari harapan: berharap ada yang akan datang mencintainya, berharap akan segera dapat pekerjaan, berharap akan segera cair kredit perumahannya. Banyak orang menaruh harapannya jauh dari dirinya sehingga harapan menjadi sesuatu yang asing, bahkan bagi dirinya sendiri.
Tentang harapan ini, saya akan mengajak pembaca untuk bermenung. Apakah selama ini kita sudah cukup mencintai diri kita sendiri? Sehingga kita merasakan kepenuhan diri. Kepenuhan diri artinya kita merasa nyaman dengan diri kita. Merasa enjoy karena everthing is ok. Dunia ini baik-baik saja. Apabila kita merasa cukup mencintai diri kita maka kita tidak akan menaruh harapan dan dukungan untuk diri kita pada orang lain. Sayang sekali bila sampai sekarang kita masih menunggu orang lain untuk mendukung kita. Sayang, bila kita membiarkan diri kita menjadi semangat karena ada motivasi dari luar: entah itu dari orang lain maupun barang atau uang. Ingatlah semua orang itu egois.
Jangan kaget, memang semua orang egois. Cobalah tengok mengapa atasan atau rekan kerja Anda mendukung Anda atau membantu Anda? Bukankah supaya Anda senang? Bukan! Jawabnya adalah supaya mereka senang. Apabila mereka tidak membantu mereka akan merasa bersalah, mereka takut kalau Anda tidak mengerjakan tugas dengan baik sehingga mereka yang akan kerepotan. Jadi untuk siapa sebenarnya mereka membantu Anda? Ya, untuk mereka sendiri, untuk kepentingan mereka sendiri.
Jadi, siapakah yang sebenarnya dengan tulus mendukung Anda? Dia adalah diri Anda sendiri. Andalah yang dapat mendukung diri Anda dengan tulus tanpa pamrih apapun. Inilah artinya memotivasi diri sendiri. Kita sendirilah yang dapat memberikan dukungan pada diri kita. Kita tidak akan menjadi lesu kalau kita tidak mengijinkan diri kita menjadi lesu. Maka marilah kita semangati diri kita. Sebab tidak ada gunanya kita menunggu orang lain untuk menyemangati kita karena pada dasarnya semua orang itu egois dan kita juga harus menjadi egois dalam hal ini.
Be Smart!

Bagaimana Anda Mampu Bertahan

Bagaimana seseorang tahan berjam-jam bekerja seolah tak mengenal lelah? Apa pula rahasia pekerja rig lepas pantai meninggalkan anak istri bertarung dengan angin dan badai? Bagaimana juga dengan para petani, nelayan, kuli, sopir angkutan, pekerja berat yang tahan membanting tulang di tengah terik panas atau dingin malam? Kekuatan apa yang mendorong mereka begitu kuat secara fisik dan tangguh secara mental? Sedangkan di sudut sempit yang lain, banyak orang mengeluh karena persoalan yang tak lebih besar dari ujung kuku.
Kekuatan itu bernama cinta. Cinta yang melahirkan harapan dan pengabdian bagi kepada siapakah mereka mempersembahkan hasil kerja mereka; kepada keluarga nun jauh disana; kepada masyarakat banyak yang membutuhkan karya mereka; kepada alam yang mengasuh mereka; kepada masa depan kehidupan yang sejahtera; atau kepada hati tempat cinta itu mengalir.
Bila anda berkeluh kesah hanya karena harus memperpanjang waktu kerja anda beberapa jam saja, maka kenanglah punggung bungkuk seorang kakek yang menarik sampah kota ini. Beliau memiliki sesuatu yang ia cintai, yang kepadanya ia ulurkan kerja. Kepada beliau kita belajar tentang pengabdian atas nama cinta.

Motivasi Diri Dengan Hati


Motivasi diri berawal dari dorongan keyakinan dalam diri sendiri untuk menang. Ini dibentuk oleh cita-cita dan impian besar yang akan memotivasi orang untuk meraihnya. Kisah orang-orang sukses bermula dari sebuah impian yang diimplementasikan dalam serangkaian aktivitas sehari-hari.
Impian pun akan bermanfaat juga untuk orang banyak. Nilai-nilai spiritualitas memancar dengan baik dalam diri orang tersebut dan menambah keyakinan bahwa Allah dekat dengan dirinya.
Selain itu, keyakinan untuk menang harus selalu tertanam dalam benak dan hati. Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kita meyakini bahwa selain diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, juga diciptakan Allah untuk memberikan kemakmuran, kesejahteraan dan kemaslahatan. Oleh karena itu, akan terbentuk optimisme terhadap target keberhasilan.
Seseorang harus mempunyai cita-cita besar yang disertai keyakinan bahwa Allah dekat dan mendampingi melalui hati nurani. Dorongan hati nurani inilah akan mudah diketahui bila kita mempunyai hati yang bersih. Keyakinan bahwa Allah dekat dan sayang kepada kita akan memberikan dorongan hati nurani yang sangat besar yang pada gilirannya lahir optimisme kita untuk meraih cita-cita. Hati merupakan pembimbing terhadap apa yang harus dituju dan apa yang harus diperbuat.
Robert K. Cooper Phd memaparkan bahwa hati mengaktifkan nilai-nilai kita yang terdalam, mengubahnya dari sesuatu yang kita pikir menjadi yang kita jalani. Hati mampu mengetahui hal-hal mana yang tidak boleh, atau tidak dapat diketahui oleh pikiran kita. Hati adalah sumber keberanian dan semangat, integritas serta komitmen. Hati adalah sumber energi dan perasaan mendalam yang menuntut kita untuk melakukan pembelajaran, menciptakan kerjasama, memimpin, dan melayani.
Motivasi yang berasal dari dorongan suara hati atau hati nurani dan keyakinan bahwa Allah senantiasa dekat ini akan memancarkan nilai-nilai spiritualitas. Nilai-nilai spiritualitas dalam motivasi akan melahirkan motivasi yang positif, motivasi yang sarat dengan serangkaian langkah-langkah spiritual dan optimisme terhadap keberhasilan.
Prof. Danah Zohar dan Prof. Ian Marshall dari Harvard University dan Oxford University memaparkan tentang kecerdasan spiritual dalam bukunya “Spiritual Quotient (SQ)”. Mereka berdua menjelaskan kecerdasan spiritual berkaitan erat dengan persoalan makna hidup. Menurutnya, kecerdasan spiritual dapat menilai langkah-langkah hidup seseorang lebih bermakna dibanding orang lain. Jadi hidup tidak hanya kosong tanpa makna yang jelas.
Kemudian, Wolf Singer, Michael Persinger dan V.S Ramachandran menemukan fungsi God Spot yang terintegrasi dalam otak manusia. God Spot sebagai pembimbing manusia untuk terus menerus mencari makna hidup. Manusia yang berhasil memaknai hidup ini dengan spiritualitas akan memotivasi dirinya untuk mengambil aktivitas yang terbaik, jauh dari perbuatan mendholimi orang lain, menebarkan kebaikan dan kemakmuran dalam mencapai impian.
Sedangkan menurut Stephen P. Robbins dalam bukunya “Organizational Behavior,” dalam motivasi terdapat tiga elemen utama yaitu intensitas, arah, dan ketekunan individu dalam mencapai sasaran. Jadi motivasi diri akan tumbuh positif bila integritas antara intensitas, arah dan ketekunan dalam mencapai sasaran dapat terwujud.

Selain itu keyakinan bahwa Allah dekat akan melahirkan sikap optimisme yang positif terhadap keberhasilan serta menumbuhkan nilai-nilai spiritualitas yang memberikan manfaat bagi orang banyak. Impian yang dicapai pun menebarkan kemaslahatan. Direktur Eksekutif Integrative Medicine Initiative di Michigan AS, Patricia Megregan mengatakan, “Spirituality is where people find meaning in their lives. It’s something higher than themselves, though out necessarily attached to religion.”

Apa yang kita lakukan supaya sukses ...

"Percaya diri itu skill, framework, dan paradigma. Bisa dipahami, dipelajari, dan dilatih, diakselerasi mendahului usia atau karir Anda, atau diroketkan dan diledakkan menembus batas yang selama ini memenjarakan Anda. Percaya diri adalah induk dari segala life skill Anda. E.D.A.N.-lah yang pertama menjadikannya sebagai skill, framework, dan paradigma."
DASAR PEMIKIRAN
Orang Sukses Pasti Percaya Diri
Anda juga pasti meyakini hal ini. Setiap kesuksesan akan meningkatkan rasa percaya diri. Makin kaya, makin berkuasa, makin tinggi jabatan atau posisi, makin berkembang karir dan profesi, makin berhasil di dalam bisnis, akan membuat seseorang makin percaya diri. Maka, orang yang telah sukses berada di puncak, akan sangat tinggi rasa percaya dirinya.
Untuk Menggapai Sukses Perlu Lebih Percaya Diri.
Apa yang sering Anda lupakan, adalah kenyataan bahwa untuk mencapai sukses dan cita-cita, juga diperlukan rasa percaya diri. Rasa percaya diri yang terus tumbuh. Bukan rasa percaya diri yang tetap atau stagnan.
Sejalan dengan naiknya prestasi dan pencapaian, berbagai tantangan dan hambatan juga akan makin besar dan makin berat. Maka sudah sewajarnya, diperlukan rasa percaya diri yang juga terus tumbuh, makin kuat, setara dengan berbagai tantangan dan hambatan itu.
Oleh sebab itu, diperlukan pemahaman dan keahlian tentang rasa percaya diri. Tanpa kenaikan rasa percaya diri yang setara, maka karir, jabatan, posisi, kekuasaan, kekayaan, keberhasilan, dan kebahagiaan Anda, akan berhenti di suatu titik yang tidak pernah memuaskan Anda.
Tanpa pemahaman dan penguasaan rasa percaya diri sebagai sebuah LIFE SKILL, jalan Anda menuju sukses dan cita-cita akan terhambat.
Percaya Diri Adalah LIFE SKILL
Rasa percaya diri adalah sebuah keahlian. Selama ini, Anda mungkin menyangka bahwa rasa percaya diri adalah sesuatu yang datang begitu saja. Jika Anda merasa percaya diri, Anda memang hanya merasa percaya diri, itu saja. Anda, bahkan tidak mengetahui dari mana asalnya. Anda belum memahami bahwa rasa percaya diri datang bersama pemikiran, sikap, dan tindakan tertentu.
Jika Anda mampu menjadikan rasa percaya diri sebagai sebuah keahlian, maka Anda dapat memuluskan jalan menuju cita-cita dan kesuksesan Anda. Anda akan menjadi orang yang mampu menghadapi berbagai tantangan dan hambatan, sehingga Anda bisa menjamin tercapainya cita-cita dan kesuksesan Anda.
Rasa percaya diri Anda akan tumbuh dan makin kuat, sejalan dengan makin beratnya tantangan dan hambatan Anda. Bahkan, Anda dapat menjadikan rasa percaya diri Anda berjalan di depan, mendahului usia, karir, posisi, jabatan, kekuasaan, kekayaan, dan keberhasilan Anda.Dari Mana Orang Sukses Mendapatkan Rasa Percaya Dirinya?Orang yang sukses, tidak begitu saja menjadi percaya diri. Mereka, justru telah lebih dahulu mampu membangun keahlian dalam percaya diri, jauh sebelum mereka mencapai cita-cita dan kesuksesannya.Rahasia mereka itulah, yang perlu Anda miliki dan kuasai.
Orang yang sukses dan berhasil, telah memiliki keahlian dalam mengelola rasa percaya dirinya. Mereka memulainya dengan mengenali diri mereka sebagai makhluk yang berkomunikasi.
Stephen Covey di dalam "Seven Habits" mengatakan:
"Communication is the most important skill in life."
Tahukah Anda maksudnya? Maksudnya adalah:
"Communication is the most important life skill."
Anda melihat orang dan organisasi lain sukses. Profesional sukses di jalur karir. Entrepreneur sukses dalam bisnis. Organisasi bisnis sukses menjadi leader dalam industrinya. Pelajar atau mahasiswa sukses mencapai puncak prestasi. Mereka sukses dan survive melewati masa-masa krisisnya. Percayalah bahwa sukses mereka, ditentukan oleh rasa percaya diri yang lebih baik saat berkomunikasi. Saat berkomunikasi dengan orang lain, dan saat berkomunikasi dengan diri sendiri.Sebagai makhluk komunikasi, mereka amat memahami bahwa kesuksesan mereka tergantung pada rasa percaya diri saat berkomunikasi. Mereka, memahami bahwa berkomunikasi itu ada dua template-nya, yaitu berkomunikasi secara eksternal dan berkomunikasi secara internal.
Maka, mereka mengembangkan kemampuannya dalam dua hal, yaitu:
1. Lebih percaya diri berbicara kepada ORANG LAIN.
2. Lebih percaya diri berbicara kepada DIRI SENDIRI.
Dua hal itulah yang menjadi rahasia orang sukses dan orang berhasil. Anda, juga bisa memilikinya.Lebih percaya diri berbicara kepada orang lain, membuat mereka lebih persuasif, lebih meyakinkan, makin menguasai faktor command skill, mampu meningkatkan kemampuan leadership, dan memiliki kemampuan untuk menggerakkan orang lain guna mencapai kesuksesan dan cita-cita mereka.Lebih percaya diri berbicara kepada diri sendiri, membuat mereka lebih punya daya tahan dan kesabaran dalam menghadapi berbagai situasi, lebih mampu berkonsentrasi dan berfokus, tidak terpengaruh oleh sikap orang lain yang tidak mendukung, memiliki keyakinan penuh untuk sukses, selalu berpikir positif, selalu kreatif, memiliki stabilitas emosi yang lebih baik, makin pandai mengelola potensi diri, dan sebagainya.Penguasaan atas dua kemampuan itulah, yang membuat mereka lebih dekat kepada kesuksesan dan cita-cita mereka, sehingga mereka makin cepat mencapainya.Lebih jauh lagi, orang yang sukses dan berhasil, adalah orang yang memahami bahwa kedua ramuan ajaib di atas, dapat dikembangkan sekaligus dengan starting point menjadi lebih percaya diri saat berbicara di depan orang banyak. Anda menyebutnya public speaking.Jika Anda, berhasil dengan baik dalam mempertahankan dan meningkatkan rasa percaya diri Anda, saat berbicara di hadapan publik, maka Anda telah menguasai dua keahlian di atas sekaligus. Anda menjadi lebih percaya diri dalam berbicara kepada orang lain, dan Anda lebih percaya diri berbicara kepada diri sendiri.Ingatlah kembali situasi, mood, dan perasaan Anda, saat Anda "harus" berbicara di depan banyak orang. Anda akan menemukan bahwa kelemahan Anda, terletak pada berbagai fenomena yang berkaitan dengan ORANG LAIN dan DIRI SENDIRI.Dengan menjadi lebih percaya diri saat berbicara di depan orang banyak, dengan cara, teknik, metode, dan mindset yang benar, Anda akan lebih berhasil dalam memimpin, menjual, dan berpresentasi. Plus, Anda juga akan lebih berhasil dalam mengelola dan mengoptimalkan potensi diri Anda.
Dengan menjadi lebih percaya diri berbicara di depan orang banyak, maka Anda akan menjadi:
1. Lebih percaya diri berhubungan dengan ORANG LAIN.
2. Lebih percaya diri mengelola DIRI SENDIRI.

Kamis, 24 Januari 2008

Mencapai potensi hidup yang maksimal

Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir,
rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai
kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri.
Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang
sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.

Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :

* Langkah pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini
dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi.
Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih.
Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu,
meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap
aspek kehidupanmu.

* Langkah ke dua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harus
melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda.
Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang
dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan
tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan
pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri

* Langkah ke tiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu.
Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia
berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia
akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu.
Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan.
Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran.

* Langkah ke empat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi...
Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya
dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan , Anda tidak boleh memakai
trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini.
Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu
selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang.

* Langkah ke lima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipun
Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi
tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi
tantangan dalam hidup ini . KIta semua pasti mengalami hal-hal yang datang
menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup
berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.


* Langkah ke enam adalah memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesar
yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri.
Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita,
Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita,
namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri.
Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan
apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.

* Langkah ke tujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggu
sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan
sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu,
sekarang juga !

The Power Of Consistency

Konsisten atau tidak konsisten dalam kehidupan

#Konsistensi dalam karakter

Karakter adalah watak yaitu jumlah total dari sifat-sifat yang ada dalam diri. Konsisten dalam karakter berarti konsisten dalam mengembangkan sifat-sifat pribadi yang dapat menentukan kesuksesan diri. Sifat – sifat yang menentukan kesuksesan tersebut adalah:

Kejujuran

Kejujuran seseorang bukan hanya karena kepandaian tetapi berkaitan erat dengan konsistensi dalam mempertahankan kejujuran. Kesuksesan yang diraih dengan kejujuran akan lebih berarti daripada kesuksesan yang diraih melewati ketidakjujuran.

Adil
Adil dalam arti kita mau semua pihak menang dalam bisnis ini. Menang dalam arti tidak ada pihak yang dirugikan. Ini membutuhkan suatu jiwa besar. Banyak orang yang beranggapan kalau terlalu jujur atau terlalu adil maka dirinya akan dirugikan, sehingga sebelum dirugikan maka pastikan dulu bahwa dirinya menang. Sifat seperti ini dapat menjadi hambatan dalam mencapai kebahagiaan dan kemajuan diri.

Keuletan
Kita harus konsisten dengan pilihan atau profesi yang kita tekuni, jangan hanya ulet di saat banyak permintaan dari klien kita. Kalau kita mau punya power maka harus konsisten.

Kedisplinan
Kalau mau konsisten maka sifat ini harus ada sehingga tidak ada alasan apapun untuk tidak melaksanakan bisnis ini.

Kepercayaan diri
Kepercayaan diri harus konsisten (mantap) dalam situasi apapun. Jangan hanya kalau berhasil mendapatkan klien yang besar kepercayaan diri naik, sedang kalau tidak mendapatkan satu klien besar pun kepercayaan diri itu malah turun.

Kerendahan hati
Tidak sombong dan mau belajar secara konsisten

Sikap Mental
Konsisten di segala situasi

Konsistensi terhadap orang lain
Sering timbul masalah karena hubungan antar pribadi, dan ini karena manusianya kurang konsisten. Sering juga ketidak percayaan antara trainer karena adanya hubungan antar pribadi. Ada empat hal yang dapat menunjang hubungan antar pribadi agar lebih baik:

Lebih konsisten dalam membuat dan menepati janji-janji
Konsisten dalam mengasihi dan memperhatikan
Konsisten dalam menerima tanggung jawab
Konsisten dalam mengambil persepsi terhadap orang lain
Bagaimana mengembangkan konsistensi?

Ada tiga langkah untuk mengembangkan konsistensi, yaitu:
Ambil keputusan untuk keluar dari zona nyaman dan masuk dalam war zone.
Perasaan harus berintensitas dalam arti harus keras (semangat dan kemauan keras) tiap kali tidak konsisten timbul rasa benci pada dirinya sendiri
Penguatan lewat sanksi dan imbalan, tiap kali konsisten cepat-cepat diberikan imbalan pada diri sendiri
Manusia adalah makhluk yang terpengaruh oleh imbalan dan sangsi. Kalau ada sangsi cenderung menjauhi, apabila sesuatu yang menjanjikan imbalan cenderung didekati.

Tantangan untuk menjadi lebih konsisten

Untuk lebih konsisten harus menerapkan 3 point:

Lebih produktif
Lebih profesional
Lebih pro aktif
Tantangan untuk lebih konsisten :

Konsisten dalam mengadakan pelatihan dengan cara little by little
Perencanaan kerja yang lebih profesional dengan cara step by setp
Selamat Untuk Konsisten!!!!

Mengekspansi Pikiran

Mengekspansi Pikiran
Berhentilah Hidup dalam Kamar Gelap, Pengap, dan Sempit!

Pikiran kita merupakan suatu alat yang benar-benar menakjubkan! Apapun yang kita inginkan untuk miliki, lakukan atau ingin jadi seperti apa kita kelak, pikiran kita dapat mewujudkannya. Saya lebih suka menyebut GAGAL ITU MUSTAHIL KETIKA ANDA PERCAYA!

Namun kenyataannya adalah banyak orang yang tidak menggunakan kekuatan yang dimilikinya ini. Kita sudah banyak mendengar banyak teori bahwa kita hanya menggunakan 10% dari kapasitas otak kita. Hanya 10%! Itu belum seberapa dengan munculnya penelitian terbaru yang menyatakan bahwa kita bahkan menggunakan kemampuan otak kita kurang dari 10%. Bahkan penelitian terbaru ini menyatakan bahwa kita hanya menggunakannya hanya mendekati 1% saja dari seluruh kapasitas otak kita! Luar biasa!Jadi mengapa kita tidak menggunakan lebih banyak kemampuan otak dan pikiran kita? Saya percaya kita belum menggunakannya karena kita hanya tidak menyadari seberapa besar kemampuan kita. Kita memiliki semua alat yang diperlukan untuk memenuhi hampir semua tujuan yang kita tetapkan untuk diri kita saat ini. Kebanyakan orang hanya tidak mengetahuinya. Saya dapat gambarkan seperti di bawah ini:

Saat ini, tepat saat ini, Anda tinggal di rumah yang sangat besar dan mewah seharga 100 milyard rupiah. Rumah tersebut memiliki 5 kamar tidur eksekutif dengan kamar mandi ber-bath tub di dalamnya, 25 kamar tidur lengkap dengan kamar mandi di dalamnya, 5 kamar mandi luar, sebuah kolam renang air panas, ruang dapur dan ruang makan, ruang senam, ruang multi media home theatre, ruang bermain anak, ruang santai keluarga, ruang home office, ruang tamu yang luas, taman di depan rumah dengan lapangan parkir yang mampu menampung lebih 50 mobil, halaman belakang rumah yang luas hingga dapat digunakan untuk pesta kebun, garasi dapat untuk 10 buah mobil dan seluruh ruangan lengkap dengan AC dan furniture yang berkelas. Percayalah, Anda memiliki semua itu dalam diri Anda!

Masalahnya adalah Anda tidak mengetahuinya. Karena Anda tidak mengetahuinya maka Anda hidup dalam kamar yang gelap, pengap dan sangat sempit. Saat ini jika Anda mengetahui tentang rumah Anda yang sebenarnya, bersediakah Anda akan keluar dari kamar itu dalam hitungan kurang dari 1 detik?

Sayangnya kebanyakan orang tidak mengetahui rumah mereka yang sebenarnya sehingga mereka hidup frustasi dalam kamar yang gelap, pengap dan sangat sempit. Mereka merasa terjebak, miskin, tidak bahagia dan lebih parah lagi bila mereka merasa bahwa Tuhan tidak adil terhadap diri mereka. Padahal sebenarnya Tuhan sudah memberikan rumah yang besar dan mewah untuk mereka namun mereka yang tidak mau meninggalkan kamar mereka kamar yang gelap, pengap dan sangat sempit.Hebat! Saat ini Anda sudah tahu rumah yang besar dan mewah dalam diri Anda! Jadi bagaimana selanjutnya?

Sekali Anda menyadari bahwa Anda telah memiliki potensi yang begitu luar biasa, tahap selanjutnya adalah menggunakan teknik yang sederhana namun sangat dahsyat untuk mendukung pikiran bawah sadar Anda untuk mengubah potensi Anda menjadi KENYATAAN. Teknik pikiran ini sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu, namun sedikit orang yang mengetahuinya dan bahkan sangat sedikit yang benar-benar menerapkan dalam kehidupannya. Bila Anda membaca atau mendengar biografi pribadi yang sukses, Anda akan segera menyadari bahwa mereka menggunakan teknik pikiran dalam praktik kehidupan mereka sehari-hari.Pikirkan saja: apakah Anda ingin menjadi milyarder, pribadi yang bertubuh langsing dan menarik, lebih percaya diri, bisnis yang sukses atau apapun juga, ANDA DAPAT MEMILIKINYA! ANDA DAPAT MERAIHNYA!

Terapkan saja teknik pikiran ini akan mengembalikan Anda menjadi pribadi yang full charge and full power! (seperti baterai yang baru diisi)Saat ini bila Anda menempatkan diri Anda untuk menerapkan teknik yang akan saya bahas dalam tulisan saya selanjutnya, dengan rahmat dan karunia Tuhan yang Maha Segalanya, Anda pasti tidak akan mengecewakan diri Anda sendiri.Teknik yang akan saya bahas dalam tulisan berikutnya adalah teknik “Afirmasi”. Teknik ini pasti sudah banyak Anda baca atau dengar, namun sekali lagi: APAKAH ANDA MAU UNTUK MENINGGALKAN KAMAR ANDA YANG GELAP, PENGAP DAN SANGAT SEMPIT SAAT INI?

Ketahuilah ........

Perlombaan yang paling penting dalam hidup ini, adalah berlomba melawan DIRI SENDIRI