Tidak Belajar Sehari adalah Sebuah Kesalahan.
Tidak Belajar Seminggu adalah Sebuah Kebodohan.
Tidak Belajar Setahun adalah Sebuah Kemiskinan dan Kemelaratan.
Dan TIDAK BELAJAR Seumur Hidup adalah Sebuah Warisan Yang Berbahaya buat Keturunan.

Kamis, 21 Februari 2019

Tata Cara Wudhu

Mengenai tata cara berwudhu diterangkan dalam hadits berikut:

حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ – رضى الله عنه – دَعَا بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لاَ يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ». قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَكَانَ عُلَمَاؤُنَا يَقُولُونَ هَذَا الْوُضُوءُ أَسْبَغُ مَا يَتَوَضَّأُ بِهِ أَحَدٌ لِلصَّلاَةِ.

Humran pembantu Utsman menceritakan bahwa Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu pernah meminta air untuk wudhu kemudian dia ingin berwudhu. Beliau membasuh kedua telapak tangannya 3 kali, kemudian berkumur-kumur diiringi memasukkan air ke hidung, kemudian membasuh mukanya 3 kali, kemudian membasuh tangan kanan sampai ke siku tiga kali, kemudian mencuci tangan yang kiri seperti itu juga, kemudian mengusap kepala, kemudian membasuh kaki kanan sampai mata kaki tiga kali, kemudian kaki yang kiri seperti itu juga. Kemudian Utsman berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian beliau bersabda, “Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini kemudian dia shalat dua rakaat dengan khusyuk (tidak memikirkan urusan dunia dan yang tidak punya kaitan dengan shalat[5]), maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. Ibnu Syihab berkata, “Ulama kita mengatakan bahwa wudhu seperti ini adalah contoh wudhu yang paling sempurna yang dilakukan seorang hamba untuk shalat”.[6]

Dari hadits ini dan hadits lainnya, kita dapat meringkas tata cara wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai berikut.

Berniat –dalam hati- untuk menghilangkan hadats.
Membaca basmalah: ‘bismillah’.
Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
Mengambil air dengan tangan kanan, lalu dimasukkan dalam mulut (berkumur-kumur atau madmadho) dan dimasukkan dalam hidung (istinsyaq) sekaligus –melalui satu cidukan-. Kemudian air tersebut dikeluarkan (istintsar) dengan tangan kiri. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali.
Membasuh seluruh wajah sebanyak tiga kali dan menyela-nyela jenggot.
Membasuh tangan –kanan kemudian kiri- hingga siku dan sambil menyela-nyela jari-jemari.
Membasuh kepala 1 kali dan termasuk di dalamnya telinga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kedua telinga termasuk bagian dari kepala” (HR Ibnu Majah, disahihkan oleh Al Albani). Tatacara membasuh kepala ini adalah sebagai berikut, kedua telapak tangan dibasahi dengan air. Kemudian kepala bagian depan dibasahi lalu menarik tangan hingga kepala bagian belakang, kemudian menarik tangan kembali hingga kepala bagian depan. Setelah itu langsung dilanjutkan dengan memasukkan jari telunjuk ke lubang telinga, sedangkan ibu jari menggosok telinga bagian luar.
Membasuh kaki 3 kali hingga ke mata kaki dengan mendahulukan kaki kanan sambil membersihkan sela-sela jemari kaki.

Jauhi KEBIASAAN BERHUTANG


Ada teman yg mengeluh tentang uangnya yang ada di tangan orang lain, alias dia punya piutang namun tidak juga dibayar sampai berbulan-bulan, jauh melewati waktu yang dijanjikan sebelumnya. Orang yang punya hutang kepadanya setiap ditagih selalu bilang "Afwan akhi, qodarulloh belum ada uang", tentu bikin teman kesel karena ketika meminjam dulu menggunakan alasan ini dan itu namun ketika ditagih susahnya minta ampun.

Benar perkataan seorang ustadz dalam sebuah kajian, meskipun berhutang dihalalkan secara syariat namun sebaiknya seorang Muslim tidak membiasakan dirinya berhutang, karena dengan berhutang cenderung mendatangkan sifat-sifat buruk kepada pelakunya, seperti suka berdusta, semisal dia sebenarnya punya uang untuk membayar hutangnya, namun dia merasa sayang uang yang dimilikinya digunakan untuk melunasi hutangnya sehingga mudah bagi dia lidahnya berdusta dengan mengatakan belum ada uang, atau menyebutkan alasan-alasan lain untuk menghindari kewajibannya.

Atau juga menjadikan seseorang yang suka berhutang menjadikan dirinya tidak amanah atau ingkar atas kesepakatan yang pernah dibuatnya sendiri dengan lidahnya, seperti menjanjikan akan dibayar dalam waktu tertentu namun dibuatnya mundur sampai jauh dari waktu yang disepakati.

Maka jauhi sifat suka berhutang agar terhindar dari sifat-sifat yang buruk yang dilarang oleh Allah dan RasulNya.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallaahu ‘anhaa, bahwasanya dia mengabarkan, “Dulu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sering berdoa di shalatnya:

( اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ, اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ)

“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari azab kubur, dari fitnah Al-Masiih Ad-Dajjaal dan dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari hal-hal yang menyebabkan dosa dan dari berhutang“

Berkatalah seseorang kepada beliau:

( مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ مِنَ الْمَغْرَمِ؟ )

“Betapa sering engkau berlindung dari hutang?”

Beliau pun menjawab:

( إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ, حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ. )

“Sesungguhnya seseorang yang (biasa) berhutang, jika dia berbicara maka dia berdusta, jika dia berjanji maka dia mengingkarinya” (HR Al-Bukhaari no. 832 dan Muslim no. 1325/589)

Sumber Referensi "Bahaya Kebiasaan Berhutang", karya Ustadz Sa'id Ya'i Ardiansyah LC.MA. di Muslim.or

Penuaan

PENUAAN ADALAH PENYAKIT  YANG BERLANGSUNG KRONIS  TDK DAPAT DICEGAH ATAU DIOBATI

(Oleh : Prof. Dr. dr. Bhenny Karim, SpPD-KR.) Guru Besar FK UGM

Usia lebih dari 45 tahun, lebih disiplin utk jaga kesehatan

Proses Penuaan (aging), sudah mulai sejak usia 32 tahun, dgn mulainya  :

Penurunan Fungsi Organ-Organ
(Seperti Ginjal, Lever, Anak Ginjal, Hypophyse dsb.)

Penurunan Hormon (Seperti Testosteron, Growth Hormon, Coenzym Q10,  Estrogen. Pada pria Penurunan hormon progesteron dan testosteron.)

Penuaan bukanlah hukuman , tetapi akibat titah dari gen.

Beberapa penyakit yang muncul akibat proses penuaan
1. Osteoporosis.(Rapuh Tulang)
2. Metabolik Syndrome, dengan Akibat Penyakit Cardiovasculer (seperti Stroke, Penyakit Jantung Koroner dan Hypertensi Renal).
3. Cancer (seperti Payudara, Colorectal/Usus, Prostat, Ovarium).
4. Alzeimer (Pikun).
5. SD (Sexual Dysfunction).

APA SAJA YANG HARUS DILAKUKAN OLEH SETIAP ORANG ?

1. BERGERAK
Jalan kaki 3 km s/d 5 km/hari) dapat Mencegah Osteoporosis (Rapuh Tulang) dan Hypertensi.

2. SENAM OLAH NAFAS
Paru-paru Perlu Latihan Deep breathing/maximal breathing, untuk meningkatkan Aliran Darah di alveoli, Menguras CO2.

3. KURANGI KARBOHIDRAT
Cukup Protein, Buah dan Sayur.

4. JAGA BERAT BADAN
Bobot Ideal Pria :
(Tinggi Badan dikurangi 100 ) ,
Wanita ( Tinggi Badan dikurangi 110 ).
Lingkaran Perut Tak Boleh Lebih 80 cm untuk wanita,
90 cm untuk Pria.
BMI Tak Boleh Lebih 30 kg/m².

5. TEKANAN DARAH (TENSI) TIDAK BOLEH LEBIH 140/90.
Cek Tensi Tiap Minggu.

6. KADAR GULA DARAH  TIDAK BOLEH LEBIH =110,
Trigliserida =150,
HDL Harus Lebih =50.
Jadi Cek Darah Max Tiap 6 Bulan.

8. ISTIRAHAT CUKUP
Tidur 6 jam
( sebisanya mulai jam 22-3 malam),
Lampu Mati (Merangsang Growth Hormon).
Jangan Makan 3 jam Sebelum tidur (Mencegah GERT, Mencegah Sesak).
Bantal Pendek (Meningkatkan Oksigenasi otak).
Miring ke Kanan (mengurangi Beban Jantung).

9. KURANGI STRESS
Jgn bekerja di Luar Kapasitas/Kemampuan.

Perbanyak Rasa Syukur , Doa atau Ibadah/Meditasi ,

Senantiasa Perbaiki Kualitas ibadah , Iman , Sosial & Hiburan yg Positif ,

Perbanyak Saat Kumpul² , Ngobrol² Santai , Canda Ria ,  Silaturahim atau Berkumpul dgn Keluarga, Sahabat & Teman²

Tidak Boleh Egois, Marah² atau emosionil , Buang Jauh² Hal² yg berpotensi membuat sedih/Kasus (Hukum/permusuhan) , Bahkan Hadapilah Segala Hal dg Senyum Bahagia !!!

6 Alasan Mengapa ISLAM Melarang SUAMI membentak ISTRI


1. Membentak istri bertentangan dengan pesan Rasulullah solallohu 'alaihi wa salam.

Sebagai umat Rasulullah, tidakkah Anda tergerak untuk meneladani Beliau dalam memperlakukan istrinya? Jika ya, simak langsung nasihat Rasulullah dalam hadist, yang artinya: "Sebaik-baik kalian, (adalah) yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku. (HR. Tirmidzi)

2. Jasa-jasa istri tak terukur materi.
Meski sering dianggap sepele, tapi istri memiliki sumbangsih yang besar untuk kelangsungan kehidupan rumah tangga, seluruh pengorbanan tersebut tidak akan pernah bisa dinilai dengan materi. Misalnya: mengandung, melahirkan, menyusui dan merawat buah hati Anda. Selain itu, istri masih mampu mengurus rumah, menyiapkan kebutuhan Anda serta memastikan rumah selalu nyaman dihuni keluarga.

3. Doa istri kepada suami sangat mustajabah.
Salah satu doa yang mustajabah adalah doa istri untuk suaminya. Bagaimana istri bisa mendoakan kebaikan Anda kalau setiap hari Anda sakiti hati dan perasaannya. Tahukah Anda jika doa istri sangat bermanfaat untuk mempercepat kesuksesan, kebahagiaan dan rezeki yang berlimpah bagi suami?

4. Wanita tercipta dari tulang rusukmu yang bengkok.
Wanita tercipta dari tulang rusuk yang bengkok, dekat dengan hati, jadi untuk dicintai. Bentakan dan perilaku kasarmu bisa menjadi penyebab perceraian.
   //////sedangkan Perceraian itu hanya diperintahkan oleh setan dan tukang sihir, sebagaimana firman Allah
Subhanahu wa Ta’ala, “ Mereka belajar dari keduanya sihir yang bisa memisahkan antara seseorang dengan istrinya .” (QS. Al-Baqarah: 102)
Dari Jabir berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air, kemudian dia mengutus bala tentaranya, maka yang akan menjadi pasukan yang paling dekat dengan dia adalah yang paling banyak fitnahnya. Lalu ada yang datang dan berkata, ‘Saya telah berbuat ini dan itu’. Maka iblis berkata, ‘Engkau tidak berbuat apa-apa’. Kemudian ada yang datang lagi dan berkata, ‘Saya tidak meninggalkan seorang pun kecuali telah aku pisahkan antara dia dengan istrinya’. Maka iblis mendekatkan dia padanya dan mengatakan, ‘Engkaulah sebaik-baik pasukanku’ .” (Muslim, no.2167)

5. Bentakan dan sikap keras suami membuat wanita semakin lemah.
Wanita itu makhluk yang kuat, dia bisa melakukan apa saja serta menahan derita apapun demi mendukung suami dan keluarganya. Tapi manakala dibentak sama suami, rontoklah kekuatannya selama ini. Bentakan suami tidak hanya membuat hati dan perasaannya terluka, tapi juga meremukredamkan seluruh jiwa dan raganya.

6. Menyakiti istri sama artinya menyakiti anak-anakmu.
Membentak istri membuatnya sedih dan sakit hati atau bahkan terluka, apakah Anda yakin jika hal ini tidak berdampak pada anak-anak. Dalam rasa sakit hatinya, pasti istri tidak bisa maksimal dalam merawat dan mendampingi anak-anaknya. Sudah banyak bukti nyata bahwa sakit hatinya ibu akibat perlakuan suaminya bisa jadi berdampak buruk pada anak-anaknya.

Renungkanlah ....

Bismillah...

وكلما غفل قلبك واندمجت نفسك في الحياة الدنيا فاخرج الى القبور وتفكر في هؤلاء القوم الذين كانوا بالأمس مثلك على الأرض يأكلون ويشربون ويتمتعون ، والآن أين ذهبوا ؟

Setiap kali hatimu lalai dan terlarut dalam kehidupan dunia, keluarlah engkau menuju kuburan..!
Dan renungkanlah mereka-mereka ini (penghuni kubur)..!
Kemarin mereka seperti dirimu berada diatas bumi, mereka makan, minum dan bersenang-senang. Dan sekarang kemana mereka pergi?

صاروا الآن مرتهنين بأعمالهم ، لم ينفعهم إلا عملهم

Sekarang mereka tergadaikan dengan amalan-amalan mereka (di kubur). Tidak bermanfaat bagi mereka kecuali amalan-amalan mereka.

Sebagaimana hal itu dikabarkan oleh Rasulullah _shallallahu ’alaihi wasallam_ beliau bersabda:

يتبع الميت ثلاثة : ماله وأهله وعمله ، فيرجع اثنان ويبقى واحد ، يرجع أهله وماله ، ويبقى عمله

“Akan mengiringi mayit tiga perkara. Hartanya, keluarganya dan amalannya. Maka akan kembali pulang dua perkara dan akan tinggal bersamanya satu perkara. Kembali pulang keluarganya dan hartanya, dan akan tinggal bersamanya amalannya.”

ففكِّر في هؤلاء القوم

Maka renungkanlah mereka-mereka ini.

Renungan hari ini


      السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

                  Firman اللهِ :
A'uzubillahiminasy syaithonirojiim
"Hai orang2 yang beriman, ber-taqwalah kepada اللهِ dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok(akhirat), dan ber-taqwalah kepada اللهِ, sesungguhnya اللهِ Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"  (Surat al-Hasyr : 18)

Maka blla kita esok akan bertolak ke akhirat berbekalah dengan taqwa, 'amal jariah, 'amal ibadah, 'amal sholeh lainnya yang maximal dan cukup.
   
                 Firman اللهِ
A'uzubillahiminasy syaithonirojiim
"Kalau sekiranya KAMI menurunkan  al-Qur'an Ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada اللهِ, dan perumpamaan ini  KAMI buat untuk manusia supaya mereka berfikir" (Surat al-Hasyr : 21)

Tetapi hati kita belum tentu mau tunduk, patuh, berserah diri pada peringatan اللهِ ini karena hati manusia lebih keras daripada gunung.

            Astaghfirallah...

Rabu, 20 Februari 2019

Adab makan yang BENAR

بسم الله الر حمن الر حيم

USAHAKAN TIDAK ADA MAKANAN YANG TERSISA DI PIRING

Menghabiskan makanan dan tidak tersisa sedikitpun adalah termasuk sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, karena ada keberkahan disana

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:

وَأَمَرَنَا أَنْ نَسْلُتَ الْقَصْعَةَ، قَالَ : " فَإِنَّكُمْ لَا تَدْرُونَ فِي أَيِّ طَعَامِكُمُ الْبَرَكَةُ ".

"Nabi Muhammad ﷺ  menyuruh kami untuk menghabiskan semua makanan yang di piring. Beliau ﷺ bersabda : "Karena kalian tidak tahu makanan mana yang membawa berkah'."
(HR. Muslim .2034)

Jangan kita meremehkan sunnah ini. Lantaran kebaikan dan berkah pada diri seseorang tentunya tidak lepas dari peran serta makanan yang berkah yang masuk pada tubuh seseorang.

Asy-Syaikh Muhammad Al 'Utsaimin berkata saat menjelaskan kedudukan sunnah ini:

وهذا أيضاً من السنة التي غفل عنها كثيرٌ من الناس مع الأسف كثير من الناس حتى من طلبة العلم أيضاً، إذا فرغوا من الأكل وجدت الجهة التي تليهم ما زال الأكل باقياً فيها، لا يلعقون الصحفة، وهذا حلاف ما أمر به النبي صلى الله عليه وسلم

"Ini juga termasuk sunnah yang banyak diabaikan oleh manusia. Yang sungguh disayangkan, banyak orang bahkan para penuntut ilmu [ orang yang sudah ta'lim, pent ] mengabaikan sunnah ini

Bila selesai dari makan lalu masih tersisa di pinggir piring sisa-sisanya mereka tidak menghabiskannya. Perbuatan seperti ini menyelisihi perintah Nabi Muhammad ﷺ!"
(Syarah Riyadhus Shalihin, III/532)

Ada sebagian teman mengatakan :"kalau makannya di rumah sendiri tidak masalah mengamalkan ilmu ini, yang jadi permasalahan adalah ketika makan diluar rumah, karena ketika ada orang yang belum tau ilmunya, dan kita makan sampai bersih, kita dikira gak pernah makan"

Semoga kita tergolongkan dalam pihak yang menerapkan semua sunnah Nabi Muhammad ﷺ lalu mengajak serta orang lain padanya. Aamiin..

Semoga bermanfaat
Baarokallohu fiikum

Ketahuilah ........

Perlombaan yang paling penting dalam hidup ini, adalah berlomba melawan DIRI SENDIRI